Sekala Niskala – The Seen & Unseen

Merupakan karya kedua Kamila Andini yang mengisahkan tentang sudut pandang Tantri terhadap sakit yang diderita adik kembarnya Tantra. Menurut adat setempat, kembar beda kelamin seperti Tantri & Tantra ini juga disebut Kembar Buncing. Bagi sebagian orang, kembar buncing dianggap sebagai bentuk keseimbangan. Akan tetapi ada pula yang menganggap kembar buncing menjadi pertanda hal buruk akan terjadi. Tapi bukan hal ini yang jadi konflik utama dalam film ini, melainkan tentang bagaimana cara Tantri menghadapi duka dari penderitaan Tantra sang adik melalui imajinasi yang tercipta dari keseharian masyarakat adat bali.

Diawal kita disuguhi dengan perilaku jahil dari duo kembar buncing ini yang rupanya sering mengambil telur ayam dari tempat sesajen. Layaknya kakak beradik, meski Tantri sering mengingatkan Tantra untuk tidak mengambil telur tersebut karena tentu saja mereka akan dimarahi Ibu mereka. Dari scene ini, bagi saya berhasil membuat saya berspekulasi dengan alur cerita yang akan disajikan selanjutnya. Karena tiba-tiba, Tantra menghilang dan berujung masuk rumah sakit yang kemudian diketahui ada benjolan di otaknya. Apa karena memakan telur sesajen? tapi mereka sudah melakukannya beberapa kali, dan ada apa dengan telur ini? atau ada juga apa karena mereka kembar buncing yang seharusnya dipisahkan satu sama lain?. Apapun itu sepertinya bukanlah fokus utama dari Kamila di film ini, dan akhirnya saya menyerah dengan mengambil kesimpulan bahwa memang Tantra sedang sakit sejak lama tanpa saya tahu apa penyebabnya.

Semakin hari keadaan Tantra semakin memburuk hingga membuat tubuhnya mati rasa. Beberapa aktivitas bersama yang sering dilakukan kembar buncis ini pun tak lagi sama rasanya, dan membuat Tantri sedih dan murung. Beberapa momen seperti permainan wayang Tantra tentang putri bulan dan raksasa di kala malam yang belum sempat menjelaskan akhir dari cerita tersebut ke Tantri, dan juga alunan lagu sekar emas yang mereka nyanyikan telah sukses membuat kita semua lupa kalau keadaan mereka sedang tidak baik-baik saja.  Hal inilah yang memicu Tantri untuk tetap ada disamping Tantra. Disini lah imajinasi Tantri mulai dimainkan, karena Tantra hanya bisa tergeletak di tempat tidur akibat dari penyakit yang sudah menggerogoti syaraf.

Berperilaku seperti sepasang ayam jago yang sedang diadu dan naluri seekor kera yang sedang melihat anggota keluarganya yang terbaring tak berdaya, Tantri lakukan hanya untuk menemukan bagaimana caranya untuk bisa ikut merasakan apa yang diderita adik kembarnya selama ini. Bahkan dia rela untuk bertukar tempat dengan Tantri demi berdamai dengan konflik batin yang ia rasakan selama ini dan menyisakan kuning telur yang tidak akan disentuhnya.

Film yang kaya akan pesan moral kakak beradik dan dibalut kebudayaan bali ini berhasil memenangkan penghargaan diantaranya; Grand Prize (Tokyo FILMEX 2017) dan Best Youth Feature Film (APSA 2017). Selain itu, film ini juga mampir wara-wiri di beberapa festival film internasional bergengsi seperti Berlinale dan TIFF. Film ini tidak seperti film komersial Indonesia pada umumnya, Film ini mengajak para penonton untuk berpikir dan menebak mana yang realita dan mana yang hanya imajinasi Tantri. Untuk itu kalian harus siap-siap ya kalau mau nonton film ini, agar tidak jauh dari ekspektasi nantinya. Bagi kalian yang penasaran tentang film ini, sudah bisa ditonton di beberapa bioskop tanah air sejak 8 Maret 2018.

Leave a Reply