Karir Barden Bellas Setelah Lulus?

image source: moonlight.com.au

Setelah sukses meraih keuntungan sebesar $270 juta dengan film keduanya, Universal Pictures bersama Gold Circles Film serta Perfect World Pictures memproduksi sekuel lanjutan film komedi musikal terlaris sepanjang masa ini. Pitch Perfect 3 yang bertajuk “Last Call Pitches” mengambil latar cerita kehidupan personil Barden Bellas setelah kelulusan mereka dari Barden University kecuali Emily (Hailee Steinfeld) yang akan melanjutkan eksistensi Barden Bellas sebagai grup akapela terbaik di dunia. Beca (Anna Kendrick) melanjutkan karirnya sebagai produser musik yang kemudian memilih untuk keluar dari pekerjaannya karena perbedaan visi musik dengan artis yang dia tangani.

gif source : giphy.com

Cerita berlanjut dengan Barden Bellas Reunion yang diinisiasi Emily untuk mengumpulkan para alumni yang mana mereka berharap untuk bisa tampil kembali bersama. Akan tetapi Emily mengundang mereka hanya untuk menonton para personil baru Barden Bellas saat ini, dan hal ini membuat para alumni kecewa. Padahal mereka sangat menantikan momen ini, yang mana mereka bisa tampil sebagai Barden Bellas di panggung bersama-sama dan mengenang masa kejayaan mereka beberapa tahun yang lalu. Rasa kecewa ini juga didukung dengan kekecewaan mereka dalam menjalani karir mereka yang tidak semudah dengan yang dibayangkan.

gif source : giphy.com

Dari sinilah Aubrey (Anna Camp) memiliki ide yang membutuhkan bantuan Ayah Aubrey yang bekerja sebagai salah satu jendral angkatan darat, agar Barden Bellas bisa tampil bersama dalam USO Tour untuk menghibur para tentara yang telah berjuang dan mengabdi untuk negeri. Beca, Chloe dan yang lain pun sepakat untuk ikut, namun sayangnya Stacie (Alexis Knapp) tidak bisa ikut dikarenakan sedang hamil 8 bulan. Setibanya mereka di Spanyol, Bellas disambut dua tentara Chicago (Matt Lanter) dan Zeke (Troy Ian Hall) yang akan bertugas sebagai pengawal selama tour berlangsung. Tour ini tidak hanya sekedar bertujuan untuk menghibur para tentara, akan tetapi juga merupakan kompetisi untuk memenangkan hati DJ Khaled (as himself) yang akan menjadikan pemenangnya sebagai penampil pembuka dalam tour berikutnya. Barden Bellas akan bersaing dengan tiga band lainnya diantaranya band Evermoist, Saddle Up, dan Young Sparrow & DJ Dragon Nutz. Bellas pun disini dituntut untuk memikirkan cara agar bisa menang melawan band yang menggunakan instrumen musik.

Konsep untuk film ketiga ini terlihat tidak jauh dengan dua film sebelumnya yang ga akan jauh-jauh dari sebuah kompetisi. Namun kali ini karakter dari masing-masing personil lebih ditonjolkan, tidak hanya tentang Beca atau Aubrey (Pitch Perfect) ataupun Emily (Pitch Perfect 2). Flo yang sukses dengan membuka waralaba dari bisnis jus yang dia punya, Cynthia Rose yang ingin melanjutkan karirnya sebagai pilot angkatan udara, Chloe yang ingin masuk ke sekolah kedokteran hewan karena kecintaanya terhadap binatang, dan bahkan masa lalu Fat Amy menjadi cerita yang ikut mewarnai perjalan Bellas selama mengikuti USO Tour. Rupanya Fat Amy telah kabur dari rumah saat usianya 18 tahun karena menemukan bahan peledak tersembunyi di dalam kotak sereal dan diketahuin bahwa ayahnya/Fergus merupakan seorang kriminal.

gif source : giphy.com

Kemampun Beca dalam mengaransemen sebuah lagu memang tak usah diragukan lagi, karena hampir semua lagu-lagu yang dibawakan Barden Bellas merupakan sentuhannya sebagai produser musik. Karena hal ini lah, karakter Theo dimunculkan. Dia merupakan music excecutive DJ Khaled yang tertarik dengan suara Beca saat adu Riff Off dengan Evermoist, Saddle Up, dan Young Sparrow & DJ Dragon Nutz. Dari sini lah Theo tertarik dengan Beca, hingga memberikan kesempatan Beca untuk mengaransemen salah satu beat kasar yang dimiliki DJ Khaled. Tercipta lah lagu Freedom! 90, yang membuat DJ Khaled memilih Beca untuk tampil sebagai penampil pembuka di konser penutup USO Tour sekaligus dikontrak labelnya as solo artist.

 

Leave a Reply