Becoming a Survivor Fans?

Bingung mau mulai dari mana, cause it’s just happened naturally. Since the moment i watched the episode, i was just starting to love it and i want it more. Bagi yang belum tahu mungkin aku jelasin secara singkat ya. Survivor merupakan sebuah reality competition yang dipandu Jeff Probst sejak tahun 2000 dengan cara menempatkan 16-20 orang yang akan tergabung dalam 2-4 kelompok/suku di sebuah pulau terpencil. Mereka memiliki satu tujuan yang sama, yaitu demi menjadi the sole survivor yang mampu melewati setiap hambatan yang ada secara fisik dan mental dan di bagi yang kelompok/suku yang kalah dalam immunity challenge akan menghadapi tribal council untuk menentukan siapa yang akan dieksekusi untuk meninggalkan kelompok secepatnya melalui sistem voting. Akan tetapi vote bisa dianulir bagi mereka yang memiliki immunity idol yang bisa jadi merubah alur gameplay setiap orang yang tersisa nantinya. Hal ini akan secara terus-menerus berlangsung selama 39 hari (normalnya) atau bahkan bisa lebih tergantung tema yang diusung produser dalam season tersebut.

Saat dimana Cydney Gillon (Kaoh Rong/ Brawn Tribe) merasa terganggu dengan kesombongan Nick Maiorano (Kaoh Rong/ Beauty Tribe) setelah memenangkan individual immunity challenge pertama di saat itu dan juga akibat terlalu nyaman dengan aliansi (Brawn-Beauty) yang dia miliki. Cydney berencana untuk mengumpulkan jumlah vote agar Nick tersingkir di tribal selanjutnya ketika dia gagal memenangkan immunity challenge selanjutnya. Then it worked, Cydney berhasil meyakinkan anggota tribe lain (Brain Tribe/ Girls of Beauty Tribe) untuk menyingkirkan Nick dan mengubah majority alliance in the game saat itu. Dari situ saya ketagihan dong untuk menonton episode-episode selanjutnya dan bahkan season-season sebelumnya. Kelley Wentworth (San Juan Del Sur/ Cambodia), Spencer Bledsoe (Cagayan/ Cambodia), Ciera Eastin (Blood vs Water/ Cambodia/ Game Changers), Jonny Fairplay (Pearl Island/ Micronesia) known as the greatest villain on survivor dan two times-winner Sandra Diaz-Twine (Pearl Island/ Heroes vs Villain/ Game Changers) merupakan beberapa orang yang saya favoritkan karena gameplay yang mereka telah lakukan berhasil mempengaruhi dinamika yang terjadi pada masing-masing season yang mereka mainkan.

Mungkin ga semua season berhasil saya tonton, secara Survivor Kaoh Rong merupakan season ke-32 dan selisih 16 tahun lamanya semenjak season pertama ditampilkan di televisi. Kebayangkan banyaknya episode yang harus ditonton, bisa-bisa dimarahin emak nih di rumah hehe. Kalau kata pepatah “Let the past be the past”, so let’s continue for the next season after Kaoh Rong. Survivor “Millennial vs Gen X” merupakan season yang cukup related untuk masa sekarang dimana klasifikasi generasi sering sekali diperbincangkan. Dimana 10 Millennial yang tergabung dalam satu tribe melawan 10 Gen Xers untuk menentukan generasi manakah yang terbaik yang pantas mendapat gelar the sole survivor. Bagi Gen Xers, kontribusi individual menjadi tolak ukur apabila mereka harus mendatangi tribal council. Namun bagi millennial, hal yang terjadi adalah “popular kids” vs “nerd” dan ini cukup mewakili apa yang sekarang dialami generasi millennial dalam menjalin hubungan sosial dalam sebuah komunitas.

Survivor “Game Changer” dan “Heroes vs Healers vs Hustlers” juga sayang untuk dilewatkan. Para survivor legend berkumpul merupakan sebuah kesempatan yang cukup langka terjadi. Tony Vlachos (Winner of Cagayan), Cirie Fields (Panama/ Micronesia/ Heroes vs Villain) sang ahli manipulator dan Ozzy Lusth (Cook Island/ Micronesia/ South Pacific) salah satu peserta favorit yang belum pernah menang, serta two-times champion alias the queen of survivor Sandra Diaz-Twine (Pearl Island/ Heroes vs Villains). Bersama 16 peserta lainnya terpilih karena mereka dianggap game changer yang berani membuat beberapa langkah strategis yang berhasil mengubah dinamika alur yang terjadi di masing-masing season di saat mereka bermain. Mungkin beberapa langkah tidak berhasil atau bahkan menjadi alasan mereka tersingkir dari permainan, tapi ada juga yang sukses menjadikan mereka sebagai juara. Melalui season ini, mereka diberikan kesempatan untuk mengubah gameplay mereka yang dianggap tidak berhasil di masa lalu atau bahkan tetap menggunakan cara yang sama namun dengan beberapa peningkatan demi menjadi the sole survivor.

Sedangkan untuk Survivor “Heroes vs Healers vs Hustlers”, merupakan season dimana 18 kontestan terbagi ke dalam tiga tribe berdasarkan sifat dominan dalam keseharian mereka. Keberanian untuk Heroes Tribe, Belas Kasih untuk Heales Tribe, serta Kegigihan untuk Hustlers Tribe. New advantage, game-twist dan banyaknya hidden immunity idol telah disiapkan tim survivor demi keberhasilan sosial eksperimen terhadap masing-masing kontestan yang merasa mewakili ketiga sifat tersebut. Apakah bagi para healers mampu mengenyampingkan ego demi bertahan untuk hidup dan memainkan game ini di saat yang bersamaan. Kegigihan para hustlers pun dalam beradaptasi di lingkungan yang sangat tidak nyaman juga bisa dipertanyakan melalui game ini. Sedangkan bagi para heroes, apakah mereka cukup berani untuk membuat langkah strategis yang mengakibatkan hancurnya mimpi seseorang demi mendapatkan gelar the sole survivor dan uang senilai 1 juta dollar US.

Leave a Reply